1. Kontak mata
Saat story
telling berlangsung, pendongeng harus melakukan kontak mata dengan audience.
Pandanglah audience dan diam sejenak.
2. Mimik wajah
Pada waktu
story telling sedang berlangsung, mimik wajah pendongeng dapat menunjang hidup
atau tidaknya sebuah cerita yang disampaikan. Pendongeng harus dapat
mengekspresi wajahnya sesuai dengan yang di dongengkan.
3. Gerak tubuh
Geraka
tubuh pendongeng waktu proses story telling berjalan dapat turut pula mendukung
menggambarkan jalan cerita yang lebih menarik.
4. Suara
Tidak
rendahnya suara yang diperdengarkan dapat digunakan pendongeng untuk membawa
audience merasakan situasi dari cerita yang didongengkan.
5. Kecepatan
Pendongeng
harus dapat menjaga kecepatan atau tempo pada saat story telling.
6. Alat Peraga
Unutk
menarik minat anak-anak dalam proses story telling, perlu adanya alat peraga
seperti misalnya boneka kecil yang dipakai ditangan untuk mewakili tokoh yang
menjadi materi dongeng.
Komentar
Posting Komentar